Menggapai Syahid Di Jalan Allah SWT

Menggapai Syahid di Jalan Allah

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS Muhamad : 7).     “Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu’min bertawakkal.” (QS Ali Imran : 160). “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS Al-Baqarah : 154).

Tidak ada satupun di antara kita yang tidak mau syahid di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena itu, syahid bukanlah sekedar harapan,keinginan, apalagi khayalan. Tetapi syahid adalah panggilan Allah Sang Penguasa langit dan bumi, pemilik dunia dan akhirat.     Bila dalam memenuhi panggilan jihad itu kita dalam keadaan fakir atau miskin, maka ketahuilah itu tandanya Allah sedang menyayangi kita.

Karenanya, ruhul jihad kita tidak boleh mengendur. Sebaliknya, kalau kita diberi kelapangan harta, ketahuilah bahwa justru itu adalah ujian dari Allah. Sanggupkah ruhul jihad kita ikut meningkat seiring dengan meningkatnya harta kita?     Teladan kita, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabatnya yang setia, sangat cinta syahid di jalan Allah melebihi cinta segalanya.

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS Al-Baqarah : 165).

Syukur Ilallah      “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim : 7).

Adanya panggilan jihad di jalan Allah, membela Islam dan Muslimin, menyampaikan dakwah fil ardh, lebih khusus lagi dalam rangka untuk ikut serta mengembalikan Al-Aqsha ke pangkuan muslimin, haruslah kita nikmati dengan syukur kepada Allah. Allah hendak memilih kita ke dalam barisan pejuang di jalan-Nya.     Dengan demikian, diri kita dan Khilafah ‘Alaa Minhaajin Nubuwwah (Khilafah yang mengikuti jejak kenabian) yang sedang kita amalkan, hendak Allah tingkatkan bobot kualitasnya. Insya Allah. Hendaklah kita bersyukur     Oleh karena itu, hendaklah kita senantiasa istiqamah dan menigkatkan diri kita sebagai Hizbullah, hamba-hamba Allah yang berpihak kepada Allah.

“Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.” (QS Al-Maidah : 56).     “Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) -Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.” (QS Al-Mujadalah : 22).

Perjuangan Muslimin     Situasi dan kondisi Gaza pada khususnya, serta Palestina termasuk di dalamnya Al-Aqsha pada umunya, adalah bagian dari perjuangan muslimin. Hal ini karena semata-mata dorongan aqidah, karena firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Permasalahan muslimin di Gaza, Palestina, dan dimanapun pada hakikatnya adalah permasalahan seluruh umat Islam, di manapun berada.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala : “Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (QS Al-Hujurat : 10).     “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS An-Nisa : 1).     “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah seraya berjama’ah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya.

Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS Ali Imran : 103).     “Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS Al-Anfal : 73).     Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Orang-orang mukmin itu laksana satu tubuh manusia.  Bila matanya sakit maka sakitlah seluruh tubuhnya atau bila kepalanya sakit maka sakitlah seluruh tubuhnya.” (HR. Muslim dari Nu’man bin Basyir Radhiyallahu ‘Anhu)

’Barangsiapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin maka dia bukan dari golongan mereka (kaum muslimin).” (H.R. Ath-Thabrani dari Hudzaifah bin Yaman).

Sampingan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: