Tidak Ada Penggusuran Makam

Pemprov DKI: Yang Dibongkar Hanya Gapura dan Pendapa, Bukan Makam
Rabu, 14 April 2010 | 16:58 WIB

PIRHOT NABABAN

Aparat kemanan yang terdiri dari polisi dan satpol PP merangsek masuk ke dalam makam Mbah Priok, di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (14/4/2010). Upaya Pemkot Jakarta Utara membongkar makam keramat itu ditentang ratusan warga.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bidang Informasi Publik Diskominfo dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta tidak akan membongkar makam Mbah Priok, tetapi hanya membongkar gapura dan pendapa yang ada di areal makam tersebut.

“Sedangkan makam Mbah Priok tidak akan dibongkar dan justru akan dibuat monumen agar lebih bagus lagi dan tetap dapat dikunjungi warga. Karena kami tidak pernah melarang warga untuk mengunjungi makam tersebut,” katanya.

Mbah Priok merupakan salah satu tokoh penyiar agama Islam yang berasal dari Pulau Sumatera. Saat akan sampai ke wilayah Batavia, perahunya terkena badai. Namun, dia selamat karena menemukan periuk dan akhirnya berhasil menepi di Batavia. Sejak itu dia tinggal di Batavia dan menyiarkan agama Islam. Tak lama kemudian, kawasan tersebut pun akhirnya dinamai Tanjung Priok.

“Sekali lagi, pembongkaran hanya terhadap bangunan pendapa karena tidak memiliki IMB. Makam tersebut tidak akan dieksekusi, melainkan akan dibuat monumen,” tegasnya.

Makam Dibongkar
Pemprov Akan Percantik Makam Mbah Priok, Sangkal Membongkar
Hery Winarno – detikNews


Jakarta – Pemprov DKI Jakarta membantah tudingan jika mereka akan membongkar makam Mbah Priok atau Habib Hasan bin Muhammad al Haddad di Koja, Jakarta Utara. Pemprov justru ingin mempercantik makam yang dianggap keramat itu.

“Kita sama sekali tidak akan membongkar makam Mbah Priok, bahkan menyentuh pun tidak. Justru nanti luasnya akan kita tambah, yang sekarang 20 meter persegi menjadi 100 meter persegi,” ujar Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Pemprov DKI Cucu Ahmad Kurnia kepada detikcom, Rabu (14/4/2010).

Cucu sadar betul jika makam tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat besar bagi masyarakat di sekitar Tanjung Priok. Pihaknya berencana akan menjadikan makam tersebut sebagai situs bersejarah di kawasan Jakarta Utara.

“Kita menyadari betul makam ini mempunyai nilai sejarah yang penting di kawasan Tanjung Priok. Mungkin cikal bakal kawasan Tanjung Priok diambil dari sini, kita akan buatkan situs bersejarah,” papar Cucu.

Pada 15 Maret lalu, Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiono menjelaskan ada persepsi yang salah soal penggusuran makam Mbah Priok yang memang ada di dalam area Terminal Peti Kemas Tanjung Priok. Pemkot Jakarta Utara hanya ingin membongkar gapura makam. Namun area makam justru akan diperluas.

“Kita hanya bongkar gapura, sedangkan makam Mbah Priok kita akan perluas dari 20 meter menjadi 100 meter persegi,” ujarnya.

(mok/nrl)

Kerusuhan yang terjadi adalah ulah Provokator saja, dan oknum yang tidak bertanggung  jawab.

Dosen saya malam rabu berkumpul dengan walikota dan para Habib, jadi isu yang di hembuskan orang tak bertanggung jawab lah penyebabnya.

4 Komentar (+add yours?)

  1. chamdan
    Apr 14, 2010 @ 16:27:33

    Pak Dedy

    td tayang d tv, di situ dikatan bahwa lahan makam itu td ada di peta badan pertanahan DKI,.. mksdnya apa y Pak ..?

    Balas

  2. tutut
    Mei 01, 2010 @ 00:04:37

    menarik dan cukup cerdas blognya….teruskan….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: